Tampilkan postingan dengan label publikasikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label publikasikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 April 2010

CAHAYA SUFI : NAMA_NAMA TOKOH SUFI

CAHAYA SUFI:  NAMA_NAMA TOKOH SUFI

TOKOH - TOKOH SUFI

“ ASIF BIN BERCHIA”
yang telah mendatangkan
mahligai ratu Bilqis
kehadapan Nabi Sulaiman
dengan selejap mata

“ HUZAIFAH BIN JAMAN
“ HASAN AL-BASHRY
“ UWES AL-QARNY
“ IBRAHIM BIN ADAM
“ ABU YAZID ALBUSTHAMY
“ BASYIR ALHAFI
“ MALIK BIN DINAR
“ RABI”AH AL’ADAWIYAH
“ ALJUNAID
“ DZUNUN AL-MISHRY
“ ABDUL HUSAIN ANNURY
“ IBIN ‘ATHA ASSAKANDARY
“ ABDUL QODIR JAELANY
‘’ ABUL AL-WAFA BIN AQIL
‘’ ABUSA’ID
‘’ AL MUHASIBI
‘’ HUSAIN AN-NUR AL-BAGHDADI
‘’ IBRAHIM AL-KHAUWASH
’’ MULIA SADRA
‘’ ABU NAWAS
‘’ SAYID AHMAD AL-FARUQI SARHINDi
‘’ SAYYIDAH NAFISAH
‘’ SYU’AIB ABU MADYAN AL- MAGHRIBI
‘’ UWAIS AL-QARNI

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

TUHAN ADALAH NUR

Tuhan adalah Nur,” cahaya dilangit dan dibumi.
Atas nama Nur, “ ini dan dengan hidayahNya, dengan keridoanNya, mari kita terbang diangkasa raja ketasaufan. Dari keimanan mereka ahli ibadah orang2 suci, mari kita ambil pelita2 tasauf untuk kita pancarkan cahayanya dilangit kehidupan kita,

Nur, cahaya, dalam arti kiasan, bukan dalam arti sebenarnya. Kata2 Nur semacam ini banyak dipakai, ump. Agama itu nur. Kitab suci nur, Rasul Nur dan Tuhanpun Nur dilangit dan dibumi. Dikatakan dalam ayat Qur’an “ ( …………………. Mereka berusaha hendak memadamkan nur Allah, dengan jalan lisandan tindakan ) nur disini berarti hidayah kitab suci dan wahyu. Demikianlahartinya nur dalam do’a Nabi, ia minta supaya diberi nur dalam daging, tulang, urat ; rambut, kulit, kuping, mata beliau, Nur disini bukan arti Nur betul sehingga mata, telinga dan semua anggota badan menyorotkan sinar memancar, tapi nur dalam arti kiasan.

Agar mendapat keyakinan dan hidayahnya.

Mari kita buka jendela2 dunia kita ini, yang sedang diselubungi oleh kegelapan macam2 dosa dan kemungkaran, dunia yang sedang tenggelam dalam lautan kebendaan, supaya ditembusi oleh itu cahaya, supaya diliputi perdamaian dan supaya dipimpin dengan keimana.

Mari, mari kita tinggalkan manusia yang telah diperbudak oleh Hawa Nafsunya, untuk kita bicara tentang itu manusia sempurna, raja semua makhluk, pahlawan sejarah, kekasih Tuhan dan Chalifahnya diatas bumi ini dengan semboyan : Bahwa semua untuk Allah, dari Allah, kepada Allah, bahwa hidup ini adalah rahmat dan restu dengan Ibadah sebagai titik tujuanya, dan kecintaan sebagai undang2 dasarnya.

Cunta kepada Allah, cinta kepada semua Nabi, cinta kepada semua Manusia, cinta untuk berbuat baik dan mengenyahkan penderitaan dari semua yang bernyawa.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

TASHAUF SEBAGAI NALURI MANUSIA.

TASHAUF SEBAGAI NALURI MANUSIA.

Jiwa manusia itu, suatu benda yang hidup, Setiap yang hidup memerlukan makanan, makanan yang tumbuh dibumi, karena itulah wataknya. Jika tubuh kasar ini memerlukan makanan untuk hidupnya, demikian juga jiwa. Makananya ialah Iman, karena itulah nalurinya. Dan sebagaimana raga jika kurang makanannya menjadi kurus keringa dan lemah, demikian juga Jiwa, bisa redup dan kabur atau cemerlang bercahaya menurut ukuran kekuatan keimananya.

Jadi keimana dan keabadian jiwa dan kelanggengan kehidupan akherat, adalah naluri asli manusia, yang diciptakan Tuhan bersama diciptakannya manusia itu. Jiwanya itulah yang dapat mengangkatnya ketingkat yang lebih tinggi. Kepada jiwanya itulah, Tuhan memberikan kekuasaan yang dapat menguasai bumi dan alam sekitarnya.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

TASHAUF SUATU ALIRAN INTERNATIONAL

dengan panduan jiwa dan raga, timbulah falsafah peribadatan ( Ketashaufan ) yang menjadi aliran Internationa, yang berbeda-beda pada tiap2 bangsa menurut kepercayaan dan pemikirannya.

Apakah hidup itu apa titik tujuannya ? Manusia berpikir dan terus berpikir. Mencari dan meniolainya, dan semakin tinggi ia berpikir, sampai kepada apa yang langgeng dan kekal. Ia mencari siapa pencipta hidup dan siapa Tuhannya.

Manusia berpikir dan terus berpikir, tentang kenyataan hidup ini. Ia melihat bahwa semua yang kokoh kuat akan lemah jua, semua yang hidup bakal mati, semua yang tumbuh akan patah. Demikianlah patah tumbuh hilang berganti. Baru dia mengertibahwa dibalik hidup yang fana ini, ada lagi hidup yang kekal dan abadi.

Tuhan itulah hakikat wujud dalam hidup. Jika manusia tidak mendekati Tuhannya, maka sia-sialah selaluruh hidupnya. Sebab titik tujuan hidup itu adalah mencapai keridhoan Tuhan, pencipta yang maha Besar.

Demikianlah garis besarnya tashauf pada Umumnya.

Hanya Tashauf menurut pandangan Islam ada berbeda-beda dasarnya Tauhid yang lurus Ukhlas yang diambil dari tuntunan Al-Qur’an dan Nur Muhammad.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

TASHAUF MENURUT TUNTUNAN AL- QUR’AN

Para ahli tashauf telah mencipta tariqatnya berdasarkan tuntunan ayat2 Qur’an, dalam menyederhanakan cara hidup mereka, untuk menuju kepada Tuhan, karena harapan dan cinta kepada Tuhan semata-mata.

Dalam banyak ayat2 Qur’an diterangkan; bahwa dunia sebagai barang pulasan belaka, hanya main2 dan suka-suka, bermegah-megah kekayaan dan anak istri, yang semua itu akan musnah.

Qur’an dalam garis besarnya, semua ayatnya membawa jiwa manusia kearah kerohanian, dengan titik terakhir alam akhirat, alam yang kekal dimana ada kebahagiaan abadi. Didalam Al-Qur’an diterangkan dengan jelas arti hidup yang sebenarnya dan mudah, diterangkan bahwa : ,, Aku tidak menjadikan jin dan manusia, hanya supaya mereka beribadah kepadaKu “ . jadi hidup itu adalah ibadah.

Diterangkan bahwa semua yang ada dialam wujud ini ; langit, bumi dan seisinya, manusia, malaikat, jin semua menyembah dan memuja kepada Yuhan.

Ahli tashauf yang pertama-tama dalam Islam, adalah mereka disebut“( AHLUSSUFAH ) , yaitu orang2 Muhajirin dan Anshar yang miskin, yang tidak punya apa2, hanya Iman, kepada Tuhanya dan Rasulnya. Tempat tinggal mereka di( Shuffah ), diserambi belakang mesjid. Ditempat inilah mereka beribadah, berpuasa, mengaji Qur’an dan bersemedi.

Azas2 dan dasar Ilmu Tashauf, diambil dari Qur’an ; Tuhan adalah Nur, Cahya dilangit dan diBumi . ( Dimana kamu berada, di situ Tuhan ada ). ( Sebutlah nama Tuhanmu. Sampai engkau mendapat keyakinan ).

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

HIDUP RASULULLAH CARA TASHAUF

HIDUP RASULULLAH CARA TASHAUF

Sebelum Muhammad menjadi Rasul, Beliau suka sekali bersemedi di Gua Hira, hidup memencil, hanya …..

uzlah ; Tapa, memncilkan diri dari masyarakat, untuk bersemedi dan bertaqarub kepada Tuhan. Nabi Muhammad SAW. Sebelum menjadi Rasul. Pernah beruzlah di Gua Hira untuk beribadah dan memikirkan sosial masyarakat, bagaimana cara memperbaikinya, dengan meminta pimpinan dan tujuan tuntunan dari Allah. ‘Uzlah tidak baik untuk seumur hidup, harus membuat amal, sebagaimana sabda Rasulullah ; manusia yang baik, ialah yang banyak jasanya terhadap masyarakat.

Dengan hati dan jiwanya saja, sambil membaca kitabulwujud, buku yang terbentang luas, padang sahara yang hening sepi membisu, langit yang gemerlapan bintangnya, beliau melepes pandangan dibalik alam wujud ini, bahwa ada penciptanya. Inilah kebenaran hakiki yang kekal dan abadi. Maka lenyaplah semua perasaan pancaindranya, lebur dalam keagugan dan kecintaan kepada Tuhan Rabbul Izzati.

Inilah pancaran pertama dalam dunia ketashaufan dalam Islam.

Satu kehidupan rohani yang suci dan bersih dari pengaruh keduniawian. Sehingga jiwanya menjadi suci dan hatinya menjadi cemerlang bercahaya. Dengan demikian cukuplah persediaan beliau sebagai Rasul untuk menerima Wahyu Ilahi.

Tashauf itu, adalah ibadah, kesucian dan penyederhanaan hidup, kemudian tersingkap Kasjaf / kasfah dan berpancaranlah Nur cahaya, lalu berpadu hubungan langsung dengan Zat Pencipta alam jagat raya ini.

Muhammad Rasulullah, adalah Iman pertama, iman besar dari para ahli Tashauf . semalam malaman suntuk beliau terus beribadah tahajud, Istighfar, Dzikir, sembahyang sampai bengkak2 kakinya, sehingga tuhan kasihan kepadanya, sebagaimana firmanNya ; ( Thoh ( Muhammad )! Bukan maksud kami menurunkan Qur’an ini, supaya kamu menderita ).

Jajirah arabia ada dibawah kekuasaan Rasulullah, tetapi beliau tetap hidup sederhana. Suatu hari ‘Umar datang kerumah Rasulullah, dilihatnya Rasulullah sedang baring diatas tikar itu nampak pada punggungnya. Iba hati ‘Umar melihatnya dan menitiklah air matanya.
kenapa kau menangis ? “ tanya Rasulullah.

.. saya lihat raja Rumawi dan Persia diatas kasur sutra yang empuk. Tapi tuan tidur diatas sehelai tikar saja “ .

"Apa ? kau mau supaya aku turut dan titu caracara kaisar hai ‘Umar?"

dari ajaran dan tuntunan Rasulullah tersebut diatas, kita dapat mengerti apa maksudnya do’a beliau ; “ ya Tuhan semoga aku diberi karunia hidup sebagai seorang miskin dan kelak semoga aku dibangkitkan bersama-sama golongan orang miskin pula “ .

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

PARA SAHABAT RASUL DENGAN TASHAUF

Abubakar Sidiq Chalifah I adalah seorang yang sangat rajin beribadah, dan sangat takut kepada Allah. Beliau suka sekali membaca Qur’an sampai jauh malam.

Dalam suatu pertempuran besar, Rasulullah menganjurkan supaya umat islam memberikan pengorbanan ; harta bendanya. Maka datanglah Abubakar membawa semua harta kekayaannya. Rasulullah bertanya :

“ Apa yang kau tinggalkan buat anak istrimu dirumah ? “

“ Aku tinggalkan Allah dan RasulNya buat mereka “ .

Amirulmu’minin ‘Umar bin Ckathab itu Kepala Negara yang telah menggoncangkan sendi2 kerajaan Cosru dan Kaisar, yang dibanjiri oleh kekayaan dunia dari segenap penjuru, tetapi bagaimana kehidupannya, dan waktu beliau terlambat datang kemesjid, orang bertanya ; Kenapa beliau lambat datang

“ Maaf aku baru selesai mencuci bajuku ini “ . Baju yang hanya satu-satunya itu .

beliau biasa makan roti tampa yang lain lainnya, hanya ditaburi garam sedikit, dan biasa duduk atau baring diatas pasir.

“ Ali bin Abi Thalib, pahlawan yang gagah berani, pernah satu bulan hanya makan 3 butir kurma saja setiap harinya. Dalam rumah tangganya tidak punya perabotan apa-apa, kecuali sebilah pedang, yang jika dipakai, didak ada buat amparannya, jika diamparkan tidak ada buat selimutnya.

Mereka itu semua, kepala2 Negara. Dimana kemaharajaan Romawi dan Parsi bertekuk lutut dibawah kekuasaan mereka.

Tashauf adalah hidup sederhana hidup bakti dan taat, hidup cinta dan pengorbanan, hidup berjuang dijalan Allah demi untuk keunggulan Agama.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

ARTI TASHAUF

Bermacam-macam orang memberikan ( divinisi ) tentang Tashauf :
a. berasal dari nama seorang ahli ibadah dizaman jahiliyah, bernama Shufah.
b. Berasal dari kata Shuf, baju dari bulu , yang menjadi syi’ar ( tanda ) mereka.
c. Berasal dari kata Shafa, suci.
d. Berasal dari kata Ahlussuffah.
e. Pengertian yang lebih tepat, adalah sebagaimana keterangan Qusyairy, sederhana dan tidak begitu dicari2 , adalah sebagai berikut :
_ Kaum Muslimin dimasa Rasulullah disebut Para Sahabat .
_ Angkatan sesudah mereka , disebut Para Tabi’in.
_ Arkian, maka pertentangan2 diantara Umat Islam semakin memuncak, maka ada diantara para Ulama Ahlussunnah yang memisahkan diri, meninggakan masyarakat, bersemedi dan bertaqarub kepada Tuhan, yang kemudian dimasa Imam Ahmad bin Hambal, disebut Ahli Tashauf. Jadi timbulnya istilah Tashauf itu dimasa Imam Ahmad.

“ HUZAIFAH BIN JAMAN “

Beliau yang mula-mula memfalsafahkan tentang Ibadah Untuk itu disusunnya tatacara tertentu.

Huzaifah mengajarkan tarikatnya dalam sebuah madrasah kecil sederhana. Diantara para muridnya, ada beberapa sahabat yang terkenal, seperti ; ( Washibah dan Hasan Al-Bashry ).
“ HASAN AL-BASHRY “

Seorang Muridnya Huzaifah, seorang Mahaguru yang banyak menghasilkan imam2 yang terkenal, sep : Malik bin Dinar Dll.

Beliau membangun madrasahnya yang besar di Bashrah, dimasa Ckalifah ‘Ali. Kemudian disusul oleh madrasah yang ke II di Irak , dibawah asuhan Sa’id bin Musajjah. Lalu menyusul pula Madrasah yang ke III di Churasan, dibawah asuhan Ibrahim bin Adam.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

PELAJARAN TASHAUF

Pelajaran tashauf dalam Islam terbagi dalam ;

1. pendidikan kerohanian dan pendidikan budi pekerti, yang menurut istilah Tashauf disebut Ilmulmu’amalah “ ( tatacara hidup bermasyarakat ).

2. Latihan kerohanian dengan jalan beribadah dan mencintai Tuhan yang memancarkan Nur dan untuk memperoleh Ilham. Bagian ini dinamakan .. Tarikat

Tarikat terbagi dalam 4 Fase :

1 Fase I .: Praktek lahir, masa beribadah dengan berpaling dari keduniawian dan kemewahan, memencilkan diri dengan jalan I”tikaf , Dzikir , Istighfar, Sembahyang, disamping menjalankan kewajiban-kewajiban fardu, sunnat dan tatawwu.

2 Fase II . : Masa praktek batin, dengan jalan keluhuran budi kesucian hati, kemurnian jiwa,melawan nafsu dan memperindah acklaq.

3 Fase III. : Masa latihan dan perjuangan, dengan perjuangan mana jiwa menjadi kuat, terlepas dari kotoran keduniawian, membubung tinggi menjadi suci murni Rabbani, sehingga terlukis pada jiwa itu arti yang menjadi hakekatnya alam ujud ini. Sedikit demi sedikit tersingkap kasfah, Tabir yang menyelubungi jiwa, sehingga sampai pada keridhoan dan nurani yang tinggi.

4 Fase IV. : Masa peleburan secara keseluruhan, dimana waktu bermunajat seluruh perasaan pancaindra menjadi lenyap sama sekali, dengan sampainya jiwa pada tingkat ini, dapatlah mengenal ( Hakekatulwujud ) dengan mendapat kasfah, mengetahui rahasia2 alam dari ketuhanan, yang akhirnya dapat merasakan Ni’mat dan bahagia dalam menghadap kehadirat Tuhan.
Pada masa terahir fase IV. Banyak menghadapi kesulitan2 yang berbahaya, kalau kurang2 kuat Imannya, banyak para Shufi yang kehilangan kesadarannya, menjadi sinting atau abnormal.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Blok A 11 Cirebon Jabar

ALAM MISTAL

Menurut kepercayaan ahli Tashauf, bahwa antara alam Jasmani dan alam Rohani itu, ada suatu alam, yang mereka sebut alam Mistal, atau alam Achal, alam titisan atau alam penjelmaan dengan dalih. :

1. Maka Jibrilpun menjelmalah kepada Maryam dengan rupa seorang manusia yang bagus “ . ( Qur’an )

2. menjelmanya Jibril as, waktu turun membawa wahyu Ilahy kepada Nabi , dalam bermacam-macam rupa dan bentuk . sekali merupakan seorang Badui, dsb.

3. Bangsa Jin, dapat menjelma dalam berbagai bentuk dan rupa.

Dengan dalih diatas, para shufi berpendapat ; Jika para Malaikat dan Jin dapat menjelma demikian rupa, maka jiwa Manusia yang taat dan sucipun, bila sudah sampai kepada derajat tertentu dalam keimana, peribadatan dan pelepasan jiwanya pada khadirat Tuhan , maka tidak Mustahil untuk dapat Menjelma sedemikian rupa.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

ALAM MISTAL

Menurut kepercayaan ahli Tashauf, bahwa antara alam Jasmani dan alam Rohani itu, ada suatu alam, yang mereka sebut alam Mistal, atau alam Achal, alam titisan atau alam penjelmaan dengan dalih. :

1. Maka Jibrilpun menjelmalah kepada Maryam dengan rupa seorang manusia yang bagus “ . ( Qur’an )

2. menjelmanya Jibril as, waktu turun membawa wahyu Ilahy kepada Nabi , dalam bermacam-macam rupa dan bentuk . sekali merupakan seorang Badui, dsb.

3. Bangsa Jin, dapat menjelma dalam berbagai bentuk dan rupa.

Dengan dalih diatas, para shufi berpendapat ; Jika para Malaikat dan Jin dapat menjelma demikian rupa, maka jiwa Manusia yang taat dan sucipun, bila sudah sampai kepada derajat tertentu dalam keimana, peribadatan dan pelepasan jiwanya pada khadirat Tuhan , maka tidak Mustahil untuk dapat Menjelma sedemikian rupa.

Rahmat Mulyadi taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

SYARI’AT DAN HACICAT

perhatikan kisah Chidir beserta Musa :

Waktu mereka keduanya naik perahu. Perahunya, oleh Chidir dirusakan, bertemu dengan seorang anak, anak itu dibunuhnya oleh Chidir, dilihatnya ada tembok yang hampir runtuh, tembok itu oleh Chidir diperbaikinya dengan tidak mengharapkan sesuatu upah.

Musa marah dan menuduh Chidir berbuat kejam, karena menurut pandapatnya / pada lahirnya, Chidir salah, itulah ( Syare’at.)

Chidir berani bertindak tegas, karena tahu, apa akibat dibalik tindakannya itu, sekalipun akibat itu belum menjadi kenyataan, itulah ( Hakikat.)

Mengetahui hakikat yang belum menjadi kenyataan, itu namanya ( Kasfah ) atau disebut juga ( Ma’rifat ).

Ada pencuri tertangkap. Pencuri itu dibawa kepada Rasulullah . Rasulullah menyruh Bunuh. Tetapi para sahabat mencegah.

Kata Rasulullah ; ,, Bunuh saja “ ! “ ya Rasulullah, kata para sahabat, dia kan hanya sekedar mencuri saja, mengapa mesti dibunuh ? “

,, Baiklah, jika demikian pendapatmu, potong saja tangannya” !

kemudian orang itu mencuri lagi, lalu dipotong pula kakinya,

dizaman Chalifah Abubakar, kedapatan orang itu mencuri lagi, lalu dipotong lagi anggotanya yang lainnya.

Tetapi orang itu masih juga dapat mencuri lagi.

Benar kata Abubakar, memang Rasulullah lebih tahu perihal orang tersebut, makanya beliau menyuruh dibunuh saja.

Achirnya orang itu dibunuh juga, hukum potong tangan menurut pendapat para sahabat, itulah hukun ( Syari’at ) namanya

Hukum bunuh , menurut pendapat Rasulullah, itulah hukum ( Hakikat ) namanya.

Tinjauan Rasulullah, bahwa pencuri itu mau tidak mau, harus dibunuh juga, itulah ( Kasfah ) namanya, atau dengan perkataan lain disebut ( Ma’rifat )

Jadi Syari’at , adalah keadaan menurut wajarnya / kenyataannya.

Hakikat : keadaan yang sebenarnya.

Kasfah : peninjauan lebih jauh, menurut istilahnya, tersingkapnya tabir lahir, untuk dapat ditinjau dari sudut batin , yang disebut juga (Ma’rifat ).
Ma’rifat : Pengetahuan dalam arti kata yang luas.

Atau dengan kata lain ; Syari’at itu pohon dan Hakikat buahnya.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 cirebon Jabar

DARI HAL CINTA

Tashauf itu ibarat satu lagu, nada-nadanya adalah cinta, musiknya adalah kerinduan, inspirasinya adalah rayuan, penerawangannya tenggelam dalam meni’mati keindahan dunia Ketuhanan yang tinggi , titik tujuannya pelepasan jiwa, peleburan secara keseluruhan dalam haribaab Tuhan.

Dan kata2 ahli Tashauf itu semuanya adalah keindahan nyanyian dan rayuan sukma, semuanya adalah lagu, nada2 dan musik, Menurut mereka, hidup ini adalah nyanyian dan rayuan, ‘Asyik dan Ma’syuk. Oleh karena mereka selamanya senang berada diharibaab Tuhan.

Begitulah kecintaan mereka itu memancar dalam setiap baris dan hurup yang mereka tuliskan untuk diabadikan. Jadi Allah itu cinta. Agama itu cinta, hidup itu cinta.

Dengan cinta itulah para Shufi dapat meningkat ketingkat yang lebih tinggi. Bagi mereka hidup ini, bukanlah gelanggang pertempuran, satu sama lain saling bunuh-membunuh, bukan pula sebagai tempat pesta, berfoya-foya dan bikan pula kumpulan derita dan sengsara. Tapi bagi mereka, hidup ini adalah kesucian, keindahan, nada2 merdu dan Nur yang memancar, hubungan langsung dengan Tuhan dan cinta yang kudus dan abadi.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

ARTI CINTA MENURUT QUR’AN

Dasar-dasar cinta dalam Tashauf itu, dinukil dari Nurulqur’an dan nada-nada Nubuwah, seperti ayat2 berikut ini ; katakanlah, jika kamu masih lebih mencintai orang tuamu, anak2mu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum kerabatmu, harta benda yang kamu kumpulkn, perdaganganmu yang kamu takutkan rugi, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan lebih kamu sukai daripada berjuang dijalan Allah, maka tunggulah, nanti Allah akan bertindak tegas terhadapmu.

Diantara do’a Rasulullah dalam bermunajat kepada Allah, sebagai berikut ; ,, ya Tuhan, aku mohon kecintaanMu dan kecintaan orang yang mencintaiMu, aku mohon dapat mengerjakan perbuatan yang dapat menyampaikan kepada kecintaanMu ya Allah, aku mohon supaya aku dapat lebih mencintaiMu daripada mencintai diriku sendiri dan mencintai anak istriku dan dari air tawar ‘’
Diterangkan oleh Rasulullah, cinta yang lebih tinggi lagi, katanya :

,, Ada manusia2 diantara hamba2 Allah yang mereka itu bukan para Nabi dan bukan pula para Syahid, tetapi para Nabi dan para Syahid bangga terhadap mereka “ . orang bertanya ;

,, Siapa mereka itu gerangan, ya Rasulullah, dan apa yang mereka kerjakan ? semoga kamipun dapat mencintai mereka “ .

,, Mereka, adalah satu kaum yang mencintai Tuhan, sedang mereka tidak mempunyai sanak saudara, tidak mempunyai harta apa2 . demi Allah wajah mereka memancarkan Nur , mereka itu ada ditempat2 cahaya. Mereka tidak pernah takut tidak pernah merasa susah “.

Siapa gerangan manusia2 yang berada ditempat2 yang begitu tinggi, sebagaimana diterangkan dalam ( Hadits Qudsi ; …..) Begitulah, hambaKu itu selalu bertaqarub kepadaKu dengan jalan membanyakan ibadah2 sunat, sehingga Aku cinta kepadanya. Dan dimana Aku adalah menjadi telinganya, sebagai alat pendengarannya, Aku menjadi matanya, sebagai alat penglihatannya dan aku menjadi tangannya, sebagai alat untuk menyerang lawannya. ………”

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

UWES AL- QARNY

,, Hai ‘Umar, hai ‘Ali, Jika kamu bertemu dengan Uwea Al-Qarny kelak, mintalah kepadanya, supaya memintakan ampunan buat kamu, sebab do’anya sangat mustajab “. Bagitulah pesan Rasulullah.

Nun. Di-tengah padang sahara, hidup seorang pengembala kambing, bajunya compang camping, itulah Uwes Al-Qarny. Kepadanya ‘Umar dan ‘Ali mengharap supaya memintakan ampunan kepada Tuhan. Tetapi Uwes menolak, katanya ;

"Selamanya aku tidak pernah memintakan ampunan buat seseorang, aku hanya memintakan buat kaum Muslimin seluruhnya"

‘Umar minta nasihat

,, Dalam berbakti kepada Allah, mintalah RahmatNya, hati-hatilah akan kemurkanNya sewaktu kau berbuat ma’siat kepadaNya. Dalam pada itu janganlah engkau berputus asa “
Setelah bercakap-cakap beberapa lamanya, Uwes pamitan, tetapi oleh ‘Ali ditahan, katanya ia masih seneng bercakap-cakap dengannya.

,, Sungguh aneh, kata Uwes, tidak kusangka bahwa orang yang telah mengenal Tuhannya, masih suka bercakap-cakap dengan orang lain .” Sambil pergi meninggalkan mereka.

Disamping ahli ibadah, Uwes juga adalah sebagai pahlawan yang gagah berani. Ia turut menumpas pemberontakan pemerintahan di Shifin yang hendak menggulingkan pemerintahan ‘Ali bin Abi thalib. Juga ia turut bertempur dalam melawan kerajaan Rumawi yang kemudian ia gugur sebagai syahid . Uwes tidak dikenal dalam masyarakat dibumi, tapi ia dikenal oleh semua penghuni dilangit.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

IBRAHIM BIN ADAM

Ibrahim bin Adam, seorang keturunan Raja2 Parsi yang biasa hidup mewah dengan segala kebesarannya.

Suwaktu beliau pergi berburu rusa. Ketika hendak melepas panahnya, mendesing pada telinganya, satu suara gemuruh, diangkasa raya ;

“ bukan untuk ini engkau dijadikan, bukan untuk ini engkau diperintahkan “.
Suara apakah itu, suara siapa, dan dari mana datangnya ?

Satu suara yang dasyat, satu suara dari langit.

Ibrahimbermenung, pandangnya menerawang keangkasa raya, kearah dari mana datangnya suara itu.

Ibrahim bermenung …………………………..
Bertanya-tanya dalam hatinya …………………………
Jadi ……………………………. Buat apa manusia hidup ? Apa artinya hidup ? Untuk apa manusia hidup ? Dimanakah kebenaran sejati itu ? dan kemana titik terakhirnya ?

Semua berpusat kepada satu kata, itulah hakikat yang abadi Satu kata, itulah rahasia alam ujud ini dan itulah lambang hidup , satu kata, itulah satu nama Kebesaran, yaitu ,, ALLAH ,,

Inilah jawaban, tersimpul dalam satu kata, yang merupakan sebagai jawaban, sebagai akidah, dan sebagai hakikat hidup.

Pengertian Tashauf menurut pendapat Ibrahim, adalah suatu keindahan, suatu kesempurnaan, suatu keagungan. Bukan tekanan, bukan penderitaan, bukan pula kesengsaraan. Tetapi Tashauf , adalah suatu keni’matan tinggi, satu pancaran suci dan satu kebahagiaan yang indah.

Dan kebahagiaan, adalah ketentaraman dan keridhoan, tetapi ketentraman tidak bisa dicapai kecuali dengan ibadah.

Demikian para Shufi, telah berhasil memetik kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rahmat MUlyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

ABU YAZID AL- BUSTHAMY

sejak waktu mudanya ia sudah mulai hidup memencil. Dua puluh tahun lamanya ia bersemedi. Disangkanya bahwa ia sudah sampai kepada apa yang dimaksud. Ia kembali kepada masyarakat, bertemu dengan seorang kakek2 , kilau kemilau sinar mukanya. Orang tua itu memperingatkannya ; Nak, sebenarnya engkau baru bertunas, belum sampai kepada buah. Abu Yazidpun kembali bersemedi lagi, 20 tahun lagi lamanya. Ia beribadah dengan penuh cinta, pengagungan dan peleburan pribadi dalam Zat Hakikat yang abadi.

Tetapi ia belum merasa puas, katanya ; sejak itu saja turut beribadah bersama-sama ahli2 Ibadah, turut berjuang bersama-sama pejuang2, turut sembahyang bersama-sama ahli sembahyang dan berpuasa bersama-sama ahli puasa, tetapi saja masih belum tahu tempat berpijak. Maka saja berdo’a, saja bertanya kepada Tuhan :

• ada manusia yang diajak bicara oleh Tuhannya, seperti Musa pernah diajak bicara waktu dibukit Sinai. Tetapi bicaranya, bukanlah seperti pembicaraan antara kita, tetapi bersifat wahyu, seperti diterangkan dalam ayat lain. Yang berbunyi : ( Tidak ada seorangpun manusia diajak bicara oleh Tuhan, hanya dengan jalan wahyu )
• ya Tuhan bagaimana caranya bisa sampai kepadaMu ?
• tinggalkan dulu dirimu, baru kau boleh datang kepadaKu “

menurut Abu Yazid, huibungan kepada Allah itu, terbagi dalam :

a. Ma’rifat, mengenal penghambaan dan ketuhanan, thaat dan ma’siat.
b. Ma’rifat, mengenal keagungan, kebesaran, kemurahan, dan taufiknya.
c. Ma’rifat, mengenal munajat dan merasa senang di HadiratNya.
d. Ma’rifat, mengenal Hati / jiwa.
e. Ma’rifat, mengenal rahasianya.

Abu Yazid sudah mengenal apa yang dikatakan rahasia itu, maka pribadinya lebur dalam ilham Tuhan, lebur pancaran NyrNya.
Ia hidup cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada semua yang hidup.

Ia hidup dengan semboyan cinta, makannya cinta, minumnya cinta dan hidupnya cinta.

Itulah bakti, itulah cinta kesucian.

Abu Yazid berseru kepada Tuhan, ya Tuhan, Ya Tuhan, Tuhan didunia dan diakhirat.

Ya Tuhan, inilah aku datang kepadaMu, kurniailah aku, meni’mati Nur cahayaMu.

Ya Tuhan semua yang didunia ini tidak ada artinya buat saya, kecuali Engkau satu. Kasihanilah hambaMu ini, yang sangat cinta kepadaMu, yang sangat rindu kepadaMu dan yang sangat mengharap kerinduanMu.

Maha suci Engkau dan Maha Qudus.

Engkau yang awal dan yang akhir, yang Dzahir dan yang Bathin. Semua tidak ada artinya bagiku, kecuali Engkau satu.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

BASYIR ALHAFI

Chalifah Ma’mun ingin sekali bertemu dengan Basyir, orang yang hidupnya berkaki telanjang, tidak pernah pakai sepatu, atau terompah. Tetapi Basyir selalu menolak setiap diminta datang.

Chalifah minta bantuan Imam Ahmad, supaya suka membujuknya. Tetapi Basyir sudah lari dari kota . payah Imam Ahmad mencarinya. Nun jauh, disebuah pedusunan, ada sebuah gubuk yang menyerupai biara, atau biara menyerupai gubuk. Itulah rumah tempat tinggal Basyir.

Imam Ahmad diterima dengan baik, dan setelah menyatakan maksudnya, Basyir menjawab :
,, Apa sebenarnya yang dikehendaki oleh Chalifah daripadaku orang miskin ini. Apa perlunya kepadaku, kalu beliau selalu menuruti hawa nafsunya saja, sedangkan rakyat sekelilingnya tidak diperhatikan sama sekali nasibnya. Katakan kepadanya : Bahwa setiap Muslim akan ditanya dihadapan Allah tentang amalnya masing2. tetapi beliau nanti akan ditanya dan harus bertanggungjawab tentang nasib rakyatnya. Apa perlunya Chalifah meminta aku datang, bukankah aku ini orang miskin. Kalau pelu untuk menghiburnya, carilah orang lain, jangan aku. Aku adalah hamba Allah, aku tidak mau jadi budaknya”.

Demikianlah Basyir lari dari Ma’mun, lari dari Baghdad, lari dari keramaian kota dan maksiatnya, lari dari segala2, untuk mendekat kepada Allah.

Tashauf menurut Basyir adalah :
1. Hendaknya orang jangan memendamkan Nur kesuciannya sendiri, karena cahaya pengetahuannya.

2. Hendaklah orang jangan sampai bertentangan suara bathinnya dengan perintah2 Qur’an dan Hadits.

3. Hendaklah orang jangan sampai menggunakan kekeramatannya untuk merusak kehormatan orang lain.

Siapa manusia yang seperti Basyir ? Ia lepaskan sepetunya untukm pergi kepada Tuhannya

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar

MALIK BIN DINAR

pada mulanya malik bin Dinar, orang yang bergajul, seorang polisi yang kasar dan bengis, Ia jatuh cinta kepada seorang hamba wanita cantik, yang kemudian dikawininya. Tidak lama wanita itu meninggal, dan meninggalkan seorang anak perempuan. Tidak lama pula anaknyapu meninggal. Maka untuk melipur hatinya yang sedang gundah itu, ia cari hiburan dengan mabuk-mabukan minuman keras.

Sepanjang hari kerjanya hanya keliaran dijalan2 dipasar2 diwarung2. kalau hari sudah petang, baru ia pulang.

Suatu malam ia mimpi. Mimpi hari Qiamat yang dasyat. Seekor naga besar dari langit menyambar2 memuntahkan api dari mulutnya. Malik bin Dinar lari pontang panting. Bertemu dengan seorang tua yang sudah lanjut umurnya. Malik minta tolong Orang tua itu hanya menyuruh supaya lekas lari. Malik terus lari dan lari ……………….. terengah – engah, kembang kempis perutnya, letih lunglai seluruh persendiannya. Akhirnya ia bertemu anaknya itu memberi nasehat supaya Malik lekas kembali kepada Tuhan. Diterangkannya bahwa naga yang hendak mencaploknya itu adalah amalnya yang jahat, dan orang tua yang tidak sanggup memberi pertolongan itu amalnya yang baik yang hanya sedikit.

Setelah bangun dari tidurnya, Malik bin Dinar segera melempar2kan gelas dan botol2 minumannya kerasnya. Terus bertobat nasuha. Sejak itu, ia terus beribadah dan bertaqarub kepada Allah.

Malik bin Dinar jadi seorang penghiba dan santun, kasih sayang dan cinta terhadap sesama manusia dan semua manusia cinta kepadanya.

Saudara2 ! Kata Malik bin Dinar. Tuhan itu kasih sayang. Berbahagialah Sdr2 yang telah mendapat kasih sayangNya. Dan katakanlah kepada orang banyak bahwa Tuhan itu sangat kasih sayang kepada manusia semua. Sekiranya saudara2 tahu tentang kasih sayang itu, niscaya kalian tidak akan berbuat ma’siat kepadaNya, cintakah saudara2 kepada Allah ? jika benar2 kalian cinta kepadaNya itu, ialah banyak berdzikir, banyak ingat kepadaNya ; orang yang tidak suka me-muja2 kepada Tuhannya, itulah orang picik ilmunya, orang buta mata bathinnya, dan sia2lah seluruh hidupnya.

Rahmat Mulyadi Taman Bima Permai Blok A 11 Cirebon Jabar